Infografis Situasi EHRD November 2017-Juli 2018 1

INFOGRAFIS Kondisi Pembela HAM atas Lingkungan Hidup Periode November 2017-Juli 2018

Pembela Hak Asasi Manusia atas Lingkungan dan Marabahaya

13 Desember 2018. Di sebuah acara peringatan Deklarasi Pembela Hak Asasi Manusia ke-20 di Jakarta. Sebuah seorang aktivis hak asasi manusia senior mengumumkan satu berita. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong menolak eksepsi (gugatan) terpidana kasus korupsi Nur Alam terhadap Basuki Wasis, saksi ahli yang memberatkan kasusnya di pengadilan yang sama. Segera sesuatu yang ajaib terjadi. Berita itu sekonyong-konyong melumerkan wajah-wajah tegang para hadirin—yang campur aduk antara kesedihan karena mendengarkan kesaksian para penyintas korban kekerasan dari kalangan Pembela HAM dan tanggapan memuakkan dari seorang jenderal polisi yang hadir menjadi penanggap dalam acara itu, dengan kegembiraan,.

Suasana tersebut barangkali nampak ganjil. Tidak ada yang istimewa memang dari sebuah penolakan eksepsi majelis hakim di sebuah pengadilan negeri. Di website Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, misalnya, kita bisa menemukan daftar putusan yang sama sebanyak 9000an lebih hanya dengan mengetikkan dua kata kunci : penolakan eksepsi. Permasalahannya, putusan penolakan eksepsi ini datang dari serangkaian kasus yang paling meresahkan aktivis hak asasi manusia, khususnya lingkungan, dalam beberapa tahun belakangan : penyerangan terhadap para Pembela HAM atas Lingkungan.

Para aktivis HAM, pantas khawatir. Dalam satu tahun terakhir memang pemberitaan soal pembunuhan, penganiayaan, sampai upaya pemidanaan terhadap para Pembela HAM atas Lingkungan memang datang silih berganti. Sejak publik terhenyak oleh kasus pembunuhan brutal terhadap aktivis penolak tambang Salim Kancil di Lumajang pada 2015, kasus kekerasan yang menimpa para Pembela HAM atas Lingkungan bermunculan di media massa. Korbannya banyak dan beragam. Namun pemidanaan terhadap Basuki Wasis pada Maret 2018 lalu adalah kasus yang dipandang sebagai yang paling jahanam. Kasus ini kemudian menimbulkan satu pertanyaan krusial tentang bagaimana mengantisipasi masa depan buruk perjuangan pembelaan terhadap lingkungan, jika salah satu benteng terakhir perlawanan itu, melalui persidangan, juga akan dihancurkan? Dan sebagaimana kemudian kita lihat, upaya perlawanan dari segala penjuru untuk melawan segala jenis kekerasan terhadap Pembela HAM atas lingkungan seperti sedang digelorakan. Barangkali di Indonesia, sejak Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC) mengeluarkan mandat resolusi tentang Hak Asasi Manusia dan Lingkungan 19/10 pada Maret 2012, konsolidasi perlawanan itu belum pernah berada di level yang sekarang. Gelagat itu terlihat salah satunya dari makin menjamurnya aksi-aksi jalanan, kampanye di media sosial, dan diskusi-diskusi terfokus digelar dalam tema Pembela HAM atas Lingkungan.

Namun satu hal yang segera terlihat dengan jelas: penelitian, baik yang dilakukan oleh universitas di Indonesia maupun NGO, yang cukup berhasil memetakan seberapa besar angka penyerangan yang menimpa para Pembela HAM atas Lingkungan ini. Tepatnya, bagaimana situasi yang sebenarnya sedang dihadapi oleh para pejuang ini? Data soal ini menjadi penting sebagai sebuah pijakan yang lebih kokoh dalam setiap upaya perlawanan atas tindakan represi terhadap para Pembela HAM atas Lingkungan, apakah itu sebagai bahan kampanye maupun upaya perlawanan via jalur litigasi.

Menjawab kekurangan ini, sebagai sumbangsih bagi upaya pemajuan perlindungan terhadap para Pembela HAM atas Lingkungan, ELSAM melakukan penelitian tentang situasi Pembela HAM atas Lingkungan di Indonesia. Laporan riset awal dari kerja tersebut, berjudul “Di bawah Bayang-Bayang Kekerasan Negara dan Perusahaan: Laporan Situasi Pembela Hak Asasi Manusia atas Lingkungan Periode November 2017-Juli 2018, telah terbit September 2018 lalu dengan beragam respon positif dari jejaring kerja masyarakat sipil. Meskipun demikian, kami telah menerima beberapa masukan, juga keluhan, dari jejaring kerja yang sama bahwa laporan itu memerlukan kemasan yang lebih mudah untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Demikianlah, kemudian ELSAM membuat infografis yang berumber dari data di laporan awal tersebut. Selamat menikmati.

Infografis Situasi EHRD November 2017-Juli 2018 1

INFOGRAFIS KEKERASAN AKTIVIS LINGKUNGAN wilayah

 

Belum ada komentar

Tulis Komentar