Koalisi Masyarakat Sipil untuk Mahkamah Pidana Internasional

Mahkamah Pidana Internasional dibentuk berdasarkan Kertas Kerja ICC Statuta Roma 1998 yang disahkan dalam pertemuan diplomatik di Roma, Italia, pada tahun 1998. Tujuan pembentukan Mahkamah Pidana Internasional diantaranya adalah untuk mendukung pencapaian perdamaian dunia, pencapaian keadilan global, menghentikan praktik impunitas dan mendorong pencegahan terjadinya kejahatan-kejahatan paling serius, seperti genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan agresi.
 
Dalam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) 2011-2014, Indonesia merencanakan untuk meratifikasi Statuta Roma 1998 pada tahun 2013, tahun ini. Rencana ratifikasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional sejak tahun 1998, ketika Indonesia mengirimkan delegasi dalam pengesahan Statuta Roma 1998 dan menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Mahkamah Pidana Internasional tersebut.

Tags:
Belum ada komentar

Tulis Komentar