Merawat Ingatan Demi Martabat Korban

Tragedi kekerasan pada bulan Mei 1998 dikenang sebagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal 12-15 Mei 1998 terjadi rentetan peristiwa kekerasan di berbagai wilayah yang memiliki dampak luar biasa besar, baik karena selain keluasan peristiwanya maupun banyaknya jumlah korban

Kini, setelah 18 tahun berlalu, pertanggungjawaban hukum atas tragedi tersebut masih belum juga terwujud. Namun langkah positif mulai muncul setahap demi setahap seperti, usaha Pemerintah DKI Jakarta yang mendukung pengikisan stigma dan diskriminasi sosial yang dialami korban beserta keluarga korban dengan membangun memorialisasi berupa monumen dan prasasati “Jarum Mei” di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur. Pembangunan memorialisasi peristiwa Mei 1998 merupakan langkah positif dalam upaya memberikan pengingat dan pembelajaran publik agar peristiwa atau tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa depan sehingga tidak ada lagi anak-anak negeri yang menjadi korban pelanggaran HAM. Selain itu Pemerintah DKI Jakarta juga berjanji, bahwa seluruh makam anggota keluarga yang menjadi korban Mei 98 menjadi tanggung jawab pemerintah, termasuk juga batu nisan, perawatan (makam) seterusnya, dan pajak. Wagub DKI juga meminta adanya pendataan tentang kondisi sosial ekonomi para keluarga korban, sehingga pemprov DKI Jakarta bisa memetakan persoalan dan membantu kehidupan mereka.

Belum ada komentar

Tulis Komentar