Pelatihan Advokasi Berbasis Bukti

Gerakan masyarakat sipil yang berhasil tidak hanya diperlihatkan melalui kemampuannya mengorganisasikan massa secara efektif melainkan juga bagaimana memanfaatkan pengorganisasian untuk mendorong adanya perubahan kebijakan yang baik. Perubahan taraf hidup masyarakat dan akses terhadap hak asasi manusia mustahil dapat terjadi jika tidak diiringi dengan perubahan kebijakan publik yang memungkinkan terciptanya situasi penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, organisasi masyarakat sipil dituntut tidak hanya mampu mengorganisasi dirinya di tingkat akar rumput (grass root) namun juga memiliki kemampuan untuk mengarahkan sumber daya yang dimilikinya untuk mendorong adanya perubahan kebijakan publik yang mendukung pemajuan dan penegakan hak asasi manusia.

Kepedulian terhadap kapasitas masyarakat sipil dalam mendorong perubahan kebijakan menjadi alasan utama terselenggaranya “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Advokasi Kebijakan Berbasis Bukti” sebagai bagian dari pelaksanaan Program Peduli Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pelatihan ini dikelola oleh Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKA) bersama-sama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan diperuntukkan bagi mitra-mitra organisasi masyarakat sipil di bawah Program Peduli. Sebanyak 26 orang yang berasal dari 17 mitra Program Peduli berpartisipasi dalam pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 7 – 9 Agustus 2017 di Puri Avia, Bogor.

Belum ada komentar

Tulis Komentar