Workshop Bisnis dan HAM untuk Jurnalis

Perkembangan ekonomi-politik global dalam satu dekade terakhir telah nyata menyebabkan entitas negara tidak lagi memiliki kekuasaan sebesar yang pernah ia punya sebelumnya. Implikasinya, meletakkan tanggung jawab bagi pemajuan hak asasi manusia hanya di pundak negara menjadi kurang memadai. Ada kekuatan lain yang lebih besar dari negara, bahkan mampu mendominasinya, yaitu korporasi.

Peran jurnalis sangat penting dalam menulis berita tentang kasus-kasus yang terjadi akibat globalisasi, serta tentang perkembangan global mengenai isu bisnis dan hak asasi manusia. Hal ini juga berhubungan dengan target terciptanya Masyarakat Ekonomi ASEAN di akhir tahun 2015. Dampak buruk korporasi akan terus meningkat jika hal ini tidak dikawal oleh masyarakat. Untuk membangun kesadaran pemerintah dan masyarakat, jurnalis mempunyai peran penting dengan melakukan in-depth reporting, atau ground research untuk mengungkap fakta-fakta yang ada di lapangan. Selama ini, jurnalis cenderung mengkaitkan konflik-konflik yang terjadi antara korporasi dan masyarakat dengan isu lingkungan, atau buruh, tidak dengan hak asasi manusia seperti yang terdapat dalam UN Guiding Principles on Business and Human Rights. Oleh sebab itu, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) bekerjasama dengan AJI Indonesia mengadakan “Workshop Bisnis dan Hak Asasi Manusia untuk Jurnalis” pada tanggal 8 – 10 Mei 2015.

Belum ada komentar

Tulis Komentar